• 19 - 22 March 2020
  • Jakarta Convention Center

Yuk, Cuci Mata Sambil Belajar di Litbang Keramik Plered

0

Foto: Asep Mulyana

INILAH, Purwakarta – Kecamatan Plered selama ini menjadi salah satu wilayah di Kabupaten Purwakarta yang terkenal akan kerajinan kriya. K‎eberadaan tanah liat yang melimpah ruah di kecamatan tersebut jadi alasannya.

Selama ini, masyarakat di kecamatan yang juga terkenal dengan sate maranggi khasnya ini memanfaatkan hasil alam tersebut untuk bahan dasar kerajinan kriya.

Misalnya, keramik, tembikar, genteng dan pot bunga. Bahkan, kemasyuran kerajinan kriya khas Plered, terkenal hingga ke berbagai negara di sejumlah benua. Seperti, Arab Saudi, Amerika, Afrika, Belanda serta negara lainnya di Eropa. 

Sebagai sentral kerajinan keramik, di Kecamatan Plered ini pemerintah daerah telah membuat sebuah tempat penelitian dan pengembangan (Litbang). Litbang tersebut, selama ini juga kerap dimanfaatkan sebagai lokasi wisata edukasi.

Kepala Bidang Pariwisata dan Kebudayaan, Disporaparbud Kabupaten Purwakarta, Irfan Suryana menuturkan, selama ini Litbang keramik Plered memang memiliki daya Tarik tersendiri bagi wisatawan dari luar maupun dalam kota. Terutama, pelajar yang ingin mengetahui cara dan teknik pembuatan kerajinan kriya.

“Selain sarana penelitian, Litbang ini juga menjadi lokasi wisata edukasi. Di lokasi ini, pengunjung juga bisa sekaligus belajar cara membuat berbagai kerajinan kriya. Kebanyakan, yang datang itu pelajar,” ujar Irfan kepada INILAH, Selasa (26/11/2019).

Dia berharap, dengan adanya Litbang sebagai sarana wisata dan edukasi, kerajinan kriya khas Purwakarta ini bisa lebih dikenal luas dan disukai para generasi muda. Sehingga, kedepan ada regenerasi para pembuat kerajinan tangan tersebut.

Sementara itu, Kepala UPTD Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Keramik Plered, Mumun Maeunah menambahkan, di wilayah ini terdapat tiga jenis produk keramik hasil kerajinan masyarakat. Yakni, keramik kontruksi, yang terdiri dari genteng, loster, bata merah dan lain-lain. Kemudian, keramik tradisional terdiri dari pot, kendi, ulekan serta pendil. Serta, keramik hias dan fungsi.

“Hampir setiap saat ada yang datang ke Litbang Keramik Plered ini. Kebanyakan pelajar, terutama dari luar daerah. Misalnya, Jakarta, Bandung dan Jawa Tengah. Umumnya, mereka ingin belajar cara membuat kerajinan dari bahan dasar tanah liat ini,” ujar Mumun.

Dia menambahkan, sejak beberapa tahun ini ekspor kerajinan kriya khas Plered menunjukan tren yang positif. Bahkan, dalam kurun waktu lima tahun terakhir ekspor kerajinan khas wilayah tersebut terus mengalami peningkatan.

“Alhamdulillah, selama ini permintaan pasar ekspor cukup tinggi. Setiap tahunnya, terus mengalami peningkatan,” tambah dia.

Terkait kerajinan kriya yang diekspor tersebut, dia menambahkan, mayoritas merupakan keramik hias dan vas fungsi. Seperti vas bunga. Keramik ini, banyak diminati oleh warga Amerika, negara-negara di Eropa serta Jepang. (Asep Mulyana)

Source: https://www.inilahkoran.com/berita/33007/yuk-cuci-mata-sambil-belajar-di-litbang-keramik-plered