• 19 - 22 March 2020
  • Jakarta Convention Center

Desain Interior Apartemen Minimalis dengan Sentuhan Natural Kayu dan Batu Bata

0

Apartemen dengan sentuhan natural kayu dan batu bata (Sumber: dwell.com)

Lokasi apartemen yang akan diulas kali ini terletak di distrik bersejarah Green Village, Manhattan, Kota New York. Bukan bangunan baru, apartemen milik Jennifer Chang berada di gedung berlantai empat yang dulunya diperuntukkan sebagai sekolah menengah pada tahun 1886. Ketika membeli apartemen seluas 96,4m2 ini di tahun 2014, Jenn Chang mendapati kondisinya masih layak, tetapi dengan layout yang terbilang sangat standar. Karena itulah, ia bersama dengan dua temannya lantas berusaha mengubah apartemen agar menjadi lebih efisien, cantik, segar, dan juga nyaman.

Sentuhan Natural Batu Bata

Dinding batu bata sebagai bagian dari dekorasi ruangan (Sumber: dwell.com)

Bagian bangunan yang dulunya digunakan sebagai ruangan kelas, memiliki langit-langit yang tingginya sekitar 4 meter dan jendela dengan ukuran tak biasa. Akan tetapi, keadaan bangunan yang serba “tak biasa” ini menjadikannya sebagai hunian yang unik dan menarik. Jendela besar membuka akses cahaya matahari melimpah, sehingga atmosfer di dalam ruangan terasa lebih lega. Pada satu sisi dinding, material batu bata dengan warna dan tampilan yang apa adanya sengaja dipamerkan sebagai bagian dari dekorasi ruangan. Cahaya alami yang masuk melalui jendela di samping dinding bata membuat dinding terlihat terang dan menonjol.

Ruang Keluarga yang Super Nyaman

Ruang keluarga yang super nyaman untuk berkumpul (Sumber: dwell.com)

Kesan bangunan tua yang kuno dan kusam sama sekali tak tampak di ruang keluarga ini, bukan? Mengandalkan gaya interior Skandinavian, ruang keluarga terasa begitu nyaman untuk berkumpul. Warna putih mendominasi sambil disisipkan warna terang seperti abu-abu muda. Seperti yang terlihat pada pemilihan warna karpet dan sofa. Khusus untuk sofa sebagai elemen utama di ruang keluarga, Jenn Chang memilih sofa lebar warna abu-abu muda, berkaki kecil dengan desain yang elegan dan modern. Selain itu, keberadaan tiga jendela besar menyebabkan ruang keluarga menerima banyak penyinaran alami, yang semakin membuat ruangan terasa hangat dan nyaman.

Sentuhan Natural Kayu di Loteng

Loteng yang didominasi elemen natural kayu (Sumber: dwell.com)

Dengan dana renovasi yang terbatas, pemilik hunian tidak ngoyo mendapatkan hasil akhir yang mewah. Melainkan cukup menginginkan apartemen minimalis yang efisien. Material kayu maple menjadi material utama untuk dua loteng yang sebelumnya tak terpakai. Salah satu loteng yang berada di atas kamar tidur utama disulap sebagai lemari pakaian yang efisien. Lemari penyimpanan mempertahankan tekstur serat dan warna natural kayu, sehingga menghasilkan nuansa minimalis yang hangat.

Kamar Tidur Mungil yang Multifungsi

Kamar tidur mungil yang multifungsi (Sumber: dwell.com)

Loteng kedua yang berada di atas dapur juga tak luput dari elemen natural kayu. Material kayu maple digunakan untuk lantai, meja, dan headboard. Meskipun sempit, ternyata kamar tidur kecil ini multifungsi, lho. Untuk menyiasati keterbatasan luasnya, dibuatlah meja built-in dari bahan kayu yang menyatu dengan headboard. Jadi, tak hanya untuk beristirahat saja, kamar tidur menyediakan fungsi lain sebagai tempat bekerja atau sekedar membaca.

Dapur Mungil nan Mewah

Dapur mungil yang mewah (Sumber: dwell.com)

Di bawah kamar tidur kecil tadi terdapat dapur mungil. Akibat ukurannya yang mungil, tantangannya adalah bagaimana merancang dapur yang nyaman dan efisien. Di dalam ruangan yang lebih mirip lorong, kompor dan lemari dapur ditempatkan di salah satu sisi saja. Sedangkan di tempat lainnya, digunakan untuk meletakkan lemari pendingin dan kitchen sink. Tak hanya efisien dan rapi, dominasi warna putih yang dipadukan dengan warna hijau pekat membuat dapur mungil ini terasa mewah dan lega.

Kamar Mandi Kecil yang Nyaman

Kamar mandi yang didominasi warna putih (Sumber: dwell.com)

Sentuhan kayu dengan serat dan warna natural kayu dimunculkan juga di kamar mandi. Meski dalam porsi yang sedikit, namun sentuhan kayu tampak menonjol di antara dominasi warna putih di kamar mandi. Warna putih memang menjadi pilihan yang tepat untuk menciptakan ilusi ruangan yang terasa lebih lega. Kemudian sebagai pengganti cahaya matahari, dipilih pencahayaan lampu yang juga berwarna putih. Kamar mandi yang sempit pun terasa nyaman dan lega.

Ilusi Luas pada Ruangan

Dinding yang menjulang tinggi membuat ilusi ruangan terasa luas (Sumber: dwell.com)

Beberapa bagian di apartemen ini sesungguhnya cukup sempit. Namun, dinding yang menjulang tinggi menciptakan ilusi ruangan yang terasa lebih luas. Disandingkan dengan material kayu yang menonjolkan serat dan warna natural kayu sederhana pada bagian lantainya. Membentuk tampilan serasi yang membuat apartemen terasa nyaman dan hangat.

Denah apartemen Jennifer Chang (Sumber: jennchang.com)
Gambar 3D apartemen Jennifer Chang (Sumber: jennchang.com)

Renovasi yang dilakukan Jennifer Chang pada apartemennya sungguh cerdas, bukan? Loteng-loteng yang sebelumnya tak terpakai telah disulap menjadi ruangan yang lebih bermanfaat. Sentuhan natural kayu dan batu bata telah menciptakan nuansa minimalis yang khas. Anda tertarik mengadopsi konsepnya untuk hunian idaman?

Source : https://www.arsitag.com/article/desain-interior-apartemen-minimalis-dengan-sentuhan-natural-kayu-dan-batu-bata