• 19 - 22 March 2020
  • Jakarta Convention Center

Henan Putihrai Masuk, Saham Keramika Indonesia Meroket

0

Jakarta, CNBC Indonesia - Emiten produsen keramik merek KIA, PT Keramika Indonesia Assosiasi Tbk (KIAS) akhirnya merampungkan aturan free float atau minimal saham beredar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Setelah suspensi sahamnya dibuka sejak Kamis kemarin, saham KIAS terus melesat.

Pemenuhan free float itu terjadi setelah pemegang saham mayoritas perusahaan, SCG Building Materials Co Ltd telah menjual sahamnya kepada PT Henan Putihrai Asset Management sebanyak 575.000.000 saham atau 3,85% melalui pasar negosiasi.

Harga penjualan tersebut yakni Rp 20/saham yang dilakukan pada 24 Juni lalu sehingga kepemilikan SCG di KIAS tersisa 92,46%.

"[Penjualan] ini untuk mematuhi pelampung bebas minimum atau minimum free float dan persyaratan pemegang saham," kata Susalak Khiew-Orn, Direktur KIAS, dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia, 24 Juni lalu.

Dengan masih besarnya porsi SCG, maka Henan Putihrai Asset bukan merupakan perusahaan pengendali dan bukan perusahaan yang satu pengendali (tidak terafiliasi) dengan SCG.

Pada perdagangan Sesi I Jumat ini (5/7/2019), saham KIAS melesat 14,94% di level Rp 154/saham sehingga membentuk penguatan dalam 2 hari ini mencapai 54% sejak perdagangan sahamnya dibuka kembali pada Kamis kemarin.

Saham KIAS disuspensi atau dihentikan sementara perdagangan pada 28 Juli 2017 dan setelah free float selesai, perusahaan mengajukan permohonan pencabutan suspensi saham pada 24 Juni 2019. Saham perusahaan kemudian dibuka pada Kamis 4 Juli kemarin dan langsung melejit.

Ketentuan free float diatur dalam Ketentuan V.1 BEI yakni yakni jumlah saham yang dimiliki pemegang saham non-pengendali dan bukan pemegang saham utama paling kurang 50 juta saham dan minimal 7,5% dari jumlah saham dalam modal disetor.

Mengacu laporan keuangan KIAS per Maret 2019 (sebelum free float direalisasikan), saham publik perseroan hanya 1,76%, jauh dari ketentuan minimal. Sementara saham mayoritas atau 96,31% dipegang SCG Building Materials dan sisanya 1,93% dimiliki PT Mitra Investindo.

SCG Building Materials adalah perusahaan di industri bahan bangunan di Thailand, didirikan sejak 9 Desember 1998.

Keramika Indonesia didirikan pada tahun 1953. Situs resmi mencatat, awalnya, pabrik perusahaan di Tanjung Pandang, Belitung hanya memproduksi beberapa jenis alat-alat makan dengan kapasitas yang sangat kecil. Namun, mulai 1968, perusahaan memproduksi keramik dinding dengan brand yakni Kia, Impresso, dan Spectra.